Dia yang sudah mati.
[ Untuk sebuah pagi yang tidak pernah sama lagi ]
Adakah kamu tahu?
Sesungguhnya pada mu hati ini gundah, rapuh, dan berkali kali merasakan terbelah.
Kau tak letih pun menjadi mentari, yang selalu menyinari ketika aku berangkat pergi.
Hari-hari ku memang baik, tapi jauh lebih baik saat kamu yang membantu tuk memulai.
Kamu pergi,
Bahkan sebelum hal-hal yang lain belum juga dimulai.
Menjadi mentari lain, apakah menyenangkan untukmu?
Kebahagiaan yang kita miliki kemarin solah hanya sebuah kebohongan,
Kini yang tersisa hanya kamu dan kenangan tentang mu,
Sementara ragamu hilang lenyap dari hari hari nyata ku.
Beri tahu aku, seberapa hangat kamu menjadi mentari nya?
Beri tahu aku, seberapa besar rasa cinta mu untuk sosok nya?
Tapi jangan beri tahu aku kalau kamu dan aku sudah mati.
Jangan ingatkan aku.
Aku bahkan sudah terlalu hancur untuk mengenali kamu yang sudah mati.
Kamu yang sudah berbeda.
Kamu menjadi sesuatu yang asing.
Apakah menyenangkan bagimu untuk menjadi asing?
Atau semua ini hanyalah perihal perasaan yang sudah mati?
Komentar
Posting Komentar